Photobucket
  • Gedung Pondok Pesantren Modern a-Istiqomah.
  • Berpose bersama bapak pimpinan dan dewan mu'allim.
  • Para Petarung Nurani.
  • Berpose bersama bapak pimpinan dan dewan mu'allim.
  • Berpose bersama bapak pimpinan dan dewan mu'allim.
  • Event Art Paling Akbar.
  • Siap Tempur Dalam memerangi angkara murka.
  • Para santri akhir 2008 bersama Ust Saad Ibn Taba.
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Tentang Kita dan Menulis


Masih banyak ternyata orang yang menggap bahwa menulis adalah budaya orang-orang berpendidikan, aktivitas yang mungkin hanya dilakoni oleh mahasiswa, dosen, atau guru. Saya pun juga sempat berpikir demikian, bahkan lebih parah lagi, saya meyakini bahwa menulis adalah bakat. Dengan artian bila anda tak berbakat maka anda tak akan bisa menulis.

Cara pandang itu akhirnya menemukan jawaban. Semuanya termentahkan saat saya menyaksikan rekaman video Launching karya FLP Hongkong. Taukah anda siapa mereka yang telah menghasilkan karya itu ? ternyata bukan mahasiswa S1, bukan pula dosen yang sedang melanjutkan studi S2.

Mengembalikan Energi Yang Hilang


Tarbiyah, tentu bukan kata yang asing bagi mereka yang aktif di organisasi Islam hari ini. Ia bagaikan oase di tengah gersangnya belantara perjuangan. Menjadi penyejuk ditengah dahaganya ruhani. Menjadi suplemen tambahan yang menguatkan daya tahan perjuangan. Tarbiyah, Halaqoh, Ta’lim, Liqo’, Mentoring, dengan model  serta aneka ragam metode dan penyebutan yang dilakukan setiap pergerakan, substansi semuanya adalah sama, pembinaan. Membina setiap kader untuk menjadi mujahid dan mujahidah yang tangguh di tengah fatamorgana dunia yang serba menggoda. Lewat halaqoh kecil inilah para kader akan saling mengingatkan, belajar, membina ukhuwah, serta menyelami samudra hikmah yang akan menjadi motivasi dalam berjuang.

Hari Coklat.... Adakah?

Di Jepang, Valentine Day juga merebak di negeri ini. Uniknya kaum wanita lah yang akan menyerbu toko coklat, boneka Teddy Bear coklat atau permen coklat, pokoknya yang ada coklatnya. Terutama bagi kaum muda, begitu takutnya dibilang tidak punya kekasih, mereka juga bersedia membuat kue coklat sendiri. Sampai berusaha mencari katalog bentuk aneka ‘heart’ si lambang cinta, jauh-jauh hari. Aih, repotnya wanita Jepang ini.
*